"Ketika Berhijab Adalah Sebuah Kewajiban"
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum...
Kali ini aku akan bercerita tentang secuil perjalanan hidupku. Namanya juga perjalanan hidup, semua pasti dilalui dengan proses berfikir dan berhikmah, termasuk dalam proses berhijabku kali ini. Aku mungkin masih belum mampu berhijab dengan sempurna, Namun selama nafas masih berhembus, jantung masih berdenyut, hati masih merasa, aku akan tetap terus memperbaiki dan menyempurnakan diri , sekalipun aku tahu kesempurnaan hanya dimiliki oleh Allah Azza Wa Jalla, yang Maha Sempurna.
InsyaAllah di Ramadhan 1434 H kali ini aku mendapatkan hidayah dari Allah. Mungkin bisa dikatakan sebelum menjelang Ramadhan datang-pun aku merasa Allah telah memperingatkanku. Sudah sejak lama sekali aku ingin menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslimah, namun banyak halangan yang menghalangi niatan ini. Ketika lulus SMA, aku sudah niatkan dari dalam diri untuk mulai berhijab, dan mulai memperbaiki diri ini. Namun, orang tuaku masih melarangku, dengan alasan "Nanti terlihat terlalu fanatik nduk...", itu yang ibu bilang padaku. Aku tahu mengapa ibu beranggapan seperti itu, karena lingkungan tempat ibu besar dulu di Desa Plaosan, Magetan yang kental dengan adat Jawanya, juga sebagian kental dengan adat Islam yang bisa dibilang hampir ekstrem. Banyak Muslimah disana berhijab dengan memakai kerudung yang amat besar, dobel-dobel, dan memakai cadar. Namun, keluarga besar ibuku menganut agama Islam yang biasa saja, dan adat jawanya sangat kental sekali. Sehingga terasa aneh, apabila menggunakan hijab, karena nanti pikiran mereka sudah kebawa ajaran Islam yang ekstrem tersebut. Padahal, menurutku tidak, sama saja, tergantung pribadi masing-masing. Diam-diam usai lulus kuliah aku mendaftar kuliah di salah satu Perguruan Tinggi Negeri Islam di Surabaya, dengan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi Dakwah. Alhasil, aku diterima, langsung hal ini aku utarakan pada orang tua, namun kedua orang tuaku menolaknya, dan mendaftarkanku di PTS. Akhirnya, aku tidak jadi berhijab.. :(
Namun, selama aku tidak berhijab aku tetap menjaga diriku, tidak memakai pakaian ketat, dan selalu memakai pakaian lengan panjang. Terkadang ya memakai kaos oblong dibarengi dengan memakai jacket atau cardigan, karena aku merasa aneh apabila lengan bajuku pendek. Yah style aku sih, celana jeans,
T-shirt, Cardigan, sandal jepit, kalo ga sepatu flat dibarengi sama tas selempang. Dengan begitu aku merasa nyaman.
Niatku berhijab tak berhenti sampai situ saja, aku berniat usai lulus kuliah, saat mulai bekerja aku akan mulai menggunakan hijab. Kuliah pun akhirnya kelar, aku akan menjalani niatan awalku. Saat keluar rumah aku mulai menggunakan hijab, namun lagi-lagi ada halangan ibu memarahiku "Nduk..Ojo gawe krudung disek, mengko golek penggawean angel, mene wae lak wes entuk penggawean nggenah, baru kowe gawe'o kerudung".Itu yang dibilang ibuku. Saat itu aku agak marah dengan ibu, dulu aku dilarang, sekarang juga dilarang, tapi aku juga berpikir ibuku jika tidak meridhoi, Allah juga tidak meridhoi, sedangkan berhijab kan kewajiban muslimah kata Allah. Aku bingung sekali saat itu, di satu sisi aku ingin berontak dengan anjuran ibu, namun disisi lain aku juga ga ingin jadi anak durhaka. Kalau ayah sih, ga mempermasalahkan. Hari-demi hari aku jelaskan pada ibu pelan-pelan mengenai kewajiban hijab untuk seorang muslimah dalam syariat Islam, tanpa menggoyahkan adat Jawa yang ibu anut. Dan, aku juga menunjukkan ke Ibu, bahwa dengan berhijab, aku bisa mencari kerja yang memperbolehkan menggunakan hijab. Aku juga terus berdoa, berkeluh kesah dengan masalahku ini pada Allah. Akhirnya, Allah pun menjawab doaKu. Panggilan demi panggilan kerja yang memperbolehkan untuk berjilbab datang padaku, akhirnya ibu sedikit membuka diri, namu terkadang apabila beliau melihatku saat keluar rumah, atau main ke rumah teman menggunakan hijab, ibu masih merasa gimana gitu padaku, dan hingga saat ini aku rasakan. Namun, aku yakin suatu saat nanti ibu merestuiku menjalankan kewajibanku ini. Maaf ya buk, untuk kali ini aku tidak mendengarkan nasihatmu, semoga Allah sedikit membukakan pintu hati ibuk. Amin.
yang bingung hatinya,









