Rabu, 07 September 2016

Trip Travelling 1

Assalamualaikum... :)
Pasca menikah dan kami resmi halal. Kemana-mana boleh berduaan. Bahkan akan mendapatkan pahala. Saya dan suami saya merencanakan jalan-jalan. Karena, proses kami menuju jenjang pernikahan amatlah cepat. Tidak ada yang namanya pacaran, jadi waktu untu mengenal karakter satu sama lain membutuhkan waktu. Apalagi dengan latar belakang kami yang berbeda. Saya sangat menyukai tantangan, petualangan, travelling. Dan suami saya tipikal orang rumahan, yang dimana hal paling nyaman adalah di rumah. Nah, disitu adalah tantangan kami. Bagaimana dapat menyatukan dua karakter menjadi satu kesatuan.
Kami merencanakan sebuah perjalanan. Yaaa...menurut saya sih hanya refresing saja. Namun, orang lain kebanyakan bilang "honeymoon". Trip pertama adalah di Malang. 

Trip honeymoon pertama ini kami berangkat atas dasar bukan karena terencana sebelumnya. Kami berangkat ke Malang secara mendadak, karena kebetulan di awal bulan Mei saat itu ada double weekend. Alhasil, berangkatlah kami ke Malang bersama satu pasangan yang notabene juga sama-sama baru menikah
Perjalanan ke Malang ditempuh dengan menaiki sepeda motor. Tujuan awal kami tidak menginap. Namun, karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat, alhasil kami menginap. Sambil jalan kaki dari Pujon sampai Punten, Malang kami mencari penginapan. Mencari penginapan adalah pengalaman yang tak terlupakan, karena saat itu adalah hari libur dan otomatis susah sekali mencari penginapan. Sekitar pukul 21.30, alhamdulillah kami mendapatkan penginapan homestay sederhana.

Selama kami di Malang ada beberapa obyek wisata yang kami kunjungi, yang pertama adalah Rumah Pohon yang berada di Gunung Banyak, Pujon, Malang. Akses jalan disana sangatlah susah, karena masih alami. Melewati jalanan bergelombang, ditambah lagi saat itu usai turun hujan, alhasil jalanan menjadi licin, namun hal itu tidak menjadi halangan bagi kami untuk terus menanjak ke atas. Tiket masuk sangatlah terjangkau, yaitu Rp. 3.000 untuk karcis parkir dan Rp. 5.000 untuk tiket masuk untuk 2 orang. Sampai di atas hujan turun dengan derasnya, kami berteduh di warung di atas gunung yang banyak dijumpai. Hujan pun reda, kami lanjut untuk jalan-jalan menyusuri jalan setapak, tak lupa kami mengabadikan moment berharga ini lewat kamera handphone.

Perjalanan kedua yaitu ke Selecta. Kawasan Selecta berada di Jalan Bukit Berbunga, Punten, Malang. Ini mungkin kunjungan yang kesekian bagi saya. Tetapi ada beberapa perbedaan besar di Selecta, yaitu banyaknya kebun bunga, juga semakin luas, diperkaya pula dengan ada beberapa wahana permainan. Tak lupa pula kami mengabadikan dengan berfoto-foto diantara deretan kebun bunga. 

 Alhamdulillah pikiran menjadi refresh setelah berkelana ke Malang. Kami akan merencanakan trip honeymoon berikutnya, tetapi perencanaannya kami juga belum merencanakan. Sekian secuil kisah perjalanan kami. Terima Kasih. Wassalamualaikum :)

Selasa, 06 September 2016

Kehidupan baru dan Harapan Baru


Alhamdulillah wasyukurillah....Allahumma salli ala sayyidina muhammad wa ala alii sayyidina muhammad.
Bismillahirrahmanirrahim.
Mungkin cerita ini agak terlambat, dikarenakan kesibukan bekerja yang luar biasa. Hampir lima bulan yang lalu, kehidupan baru saya dimulai (duh...Parah ya ga pernah posting 😀) Memulai kehidupan baru dengan teman, sahabat, bahkan bisa disebut kenalan lama. Hehehe😆Ia yang dulu Q sebut namanya pada postingan "Lelakiku". Memulai hidup mulai dari nol. Memulai hidup dengan menumpang pada orang tua. Masih riwa-riwi antara rumah orang tua dan rumah mertua. Dan, alhamdulillah rumah mertua masih terjangkau.
Berbicara mengenai mertua. Kali ini aku juga menguak sedikit pengalaman saya. Apa yg diceritakan teman-teman saat berbicara mengenai Ibu Mertua ternyata tidak seseram yang dibicarakan dulu. Ibu mertuaku baik loh...hanya saja manusiawi sih namanya juga wanita. Jiwa cerewet masih ada di dalam dirinya. Hehehe...Ya kalau menurutku, cerewetnya ya cerewet baik sih. Cerewet mengingatkan kedalam kebaikan. Bahkan, kalau lagi di rumah mertua saya suka sungkan sendiri. Saking baiknya ibu mertuaku, aku ga dibolehin kerja, bahkan sekedar bantu-bantu ga boleh. Tapi ya pastinya aku tanggaplah, meskipun begitu.
So far...Alhamdulillah hingga saat ini kami masih berharap akan datangnya anak. Semoga Allah Taala segera memberikan karunia kepada kami, seorang anak yang shalih, shalihah, anak yang baik agama dan akhlaknya, anak yang cerdas, anak yang berbakti kepada orang tua, anak yang bermanfaat bagi semuanya. Aamiin...Allahumma Aamiin...

Kamis, 07 Januari 2016

Lelaki itu...


Lelaki itu datang.
Lelaki itu tak kukenal sebelumnya
Lelaki itu sangat asing bagiku.
Lelaki itu dengan gagah berani memperkenalkan dirinya.
Lelaki itu pada akhirnya mengenalku.
Lelaki itu lambat laun mencoba mendekatiku dengan caranya
Lelaki itu baik akhlaknya, dan sholeh. Itu hal pertama kali yang aku tangkap darinya.
Lelaki itu terus...dan terus berusaha dekat denganku, namun aku masi menjaga jarak diantara kita, agar ibadahku dan ibadahnya yang selama ini kita lakukan tidak sia-sia karena dosa

Lalu ....
Lelaki itu mengungkapkan niat baiknya padaku
Lelaki itu ingin menjadikanku seorang wanita yang senantiasa ada disampingnya dalam suka dan duka, dalam susah dan senang, dan di dunia juga di akhirat
Lelaki itu mulai mendekati keluargaku
Lelaki itu pandai mengambil hati Ayah juga ibuku
Lelaki itu tak putus asa sekalipun
Lelaki itu mulai mengenalkanku pada keluarganya
Lelaki itu mengenalkanku pula pada banyak saudaranya
Lelaki itu senantiasa membuat hatiku senang, entah dengan caranya
Lelaki itu sangat bertanggung jawab, juga bersemangat akan pekerjannya
Lelaki itu senantiasa berpikiran positif, itu yang selalu dia ajarkan kepadaku pula
Lelaki itu berhasil meyakinkanku dengan niatan tulusnya

Dan ....
Lelaki itu dengan berani datang menemui ayahku dan menyampaikan niat tulusnya.
Lelaki itu menyampaikan dengan sungguh-sungguh, dan mantap
Lelaki itu mengatakan ingin menjadikanku sebagai seorang istri dan calon ibu bagi anak-anaknya kelak
Lelaki itu berusaha meyakinkan ayahku dan ibuku

Dan pada akhirnya....
Lelaki itu datang tepat pada tanggal 3 Januari 2016 bersama keluarga besarnya, datang untuk mengkhitbahku
Lelaki itu mantap memilihku dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim...

Dan.....
Lelaki itu bernama Taufan Fathoni.

Terima Kasih mas telah mantap memilihku, menerima segala kekurangan dan kelebihanku...
Ya Allah jaga dia slalu dalam lindunganMu. Jaga cinta kami hingga mampu menyentuh Arasy-Mu.
Jadikan dia pendampingku tak hanya di dunia ini. Cinta yang abadi sehidup sesurga bersamanya.
Semoga kita senantiasa dilancarkan dan dimudahkan oleh Allah, langkah kita dalam menuju jalan halal yaitu pernikahan, yang menjadikan kita satu pasangan utuh di dunia dan di akhirat.
Aamiin...Aamiin Ya Rabbal Alamin


yang sedang bergembira hatinya,




Template by:

Free Blog Templates