Bissmillahirrahmanirrahimm....Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu...
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,...
dan kematian adalah sesuatu yang pasti...
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu...
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,..
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan
kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati
hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi...
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang...
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang...
Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada...
Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini...
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang...
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik...
Mana mungkin aku setia, padahal memang kecederunganku adalah mendua.
Tapi, kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia.
Kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini...
Selamat jalan...
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya...
Kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada...
Selamat jalan sayang...
Cahaya matamu, penyejuk jiwaku...
Selamat jalan...
Calon bidadari surgaku...
-HABIBIE-
Subhanallah...
Sungguh indah puisi BJ Habibie untuk istrinya, Ainun.
Menggambarkan cinta dan kesetiaan yang tulus.
Hingga pada akhir hayatnya pun cinta itu masih tulus diberikan.
Semoga kita selalu menjadi hamba yang tulus dalam menerima segala kondisi yang ada.
Layaknya cinta Habbie pada Ainun istrinya.
yang menginginkan cinta yang tulus
LuwLuQ











2 komentar:
bagus puisinya bun :)
He'emb...
So Sweet banget puisinya.
Posting Komentar