Selasa, 31 Desember 2013

Note My Life at 2013

Catatan Akhir Tahun 2013


Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2013, tahun penuh perjuangan bagiku. Ya, mengapa saya bilang begitu? Karena di tahun 2013 banyak sekali perjuangan yang aku lalui. Mulai dari perjuangan menuntaskan pendidikan Sarjanaku, hingga perjuangan mengaplikasikan ilmu yang saya dapat di dunia kerja yang penuh persaingan ketat. Seperti kilas balik, saya akan menceritakan mulai awal hingga akhir, sepertinya agak berlebihan memang. Namun, ini yang bisa saya ungkapkan lewat sebuah tulisan.

  • Januari 2013
Pada bulan Januari, bulan ini saya belajar keras, memahami dan menyelesaikan Tugas Akhir saya di pendidikan sarjana saya. Berbagai upaya telah saya lakukan, target di tahun 2013 yaitu, "Saya harus Lulus Kuliah & Bekerja". Itulah target saya yang harus saya capai. Entah mengapa, saya selalu menargetkan suatu hal, meskipun itu hal kecil, apabila hal tersebut tidak sesuai target, berarti saya telah gagal mencapai apa yang sudah saya rencanakan, dan saya harus segera mengubah pola pikir selanjutnya, itulah saya. Di bulan Januari saya telah menyelesaikan 90% Tugas Akhir saya, dan siap untuk pelaksanaan Sidang Bulan Februari.
"Laptop yang selalu menemaniku dalam pengerjaan Tugas Akhir"

"Beberapa buku dan Referensi Jurnal Ilmiah yang hampir tiap hari menjadi makanan sehari-hari yang wajib saya lahap habis"

  • Februari 2013
Bulan ini merupakan bulan istimewa, bulan penuh kejutan. Tepat tanggal 8 Februari 2013, pukul 09.40 WIB saya melaksanakan Sidang Skripsi saya. Sidang yang penuh perjuangan, disertai doa dari orang tua telah saya lalui dengan baik. Saya melakukan hal yang sebaik mungkin, meskipun entah salah-atau benar, yang ada dalam pikiran saya adalah "Saya Melakukan Hal Yang Terbaik". Dan, tepat pukul 17.00, pengumuman dari hasil sidang saya dinyatakan "LULUS". Alhamdulillah...

"Hasil Pengumuman Sidang Tugas Akhir"
  • Maret 2013
Pada bulan Maret 2013, saya disibukkan oleh berbagai revisi buku Tugas Akhir demi kesempurnaan Tugas Ahir saya. Dan, alhamdulillah saya tidak menjalani revisi program, karena hal itu yang saya takutkan. Saya menjalani prosesi revisi ini dengan ikhlas, karena target saya telah tercapai yaitu, tidak mendapatkan revisi program.
  • April 2013
Bisa dibilang pada bulan ini adalah bulan tergalauku. Bagaimana tidak?Saya sudah dinyatakan lulus, namun wisuda diundur, untuk mendapatkan Surat Keterangan Lulus dari kampus susahnya minta ampun, padahal saya ingin segera bekerja. karena saya tipikal orang yang ga suka diam saja di rumah. Memang, sebagian besar teman-teman saya usai pengumuman kelulusan digunakan untuk merefresh otak yang sudah suntuk akibat Tugas Akhir, namun saya merasa sudah cukup waktu untuk menenangkan diri, yang ada dalam pikiran saya saat itu adalah, "Apa yang harus saya perbuat usai kelulusan yang mengambang ini". Dibilang lulus, ya..saya memang sudah lulus, namun transkrip nilai, Surat Keterangan Lulus yang bisa saya pergunakan untuk mencari pekerjaan saja susah untuk didapatkan.
  • Mei - Juli 2013
"Job Hunter" adalah julukan bagi saya. Berbekal Surat Keterangan Lulus dan nilai transkrip sementara, saya nekat mencari pekerjaan. Searching info Lowongan Pekerjaan di situs web, datang langsung mencari info di berbagai perusahaan, mengantarkan Surat Lamaran Kerja yang entah sudah berapa banyak yang sudah saya kirim dan entah sudah berapa perusahaan pula yang sudah saya datangi, serta entah sudah berapa banyak perusahaan yang memanggil saya untuk menjalani test interview, test tulis, maupun test komputer. Terkadang terbesit rasa putus asa, namun di tengah rasa keputus asaan, semangat muncul kembali dikala melihat satu per satu teman-teman saya ada beberapa yang sudah diterima kerja di perusahaan, namun cukup banyak pula yang mengalami nasib seperti saya, masih dengan status "Job Hunter" yang melekat erat pada punggung saya. Ada juga teman-teman lama yang mencibir saya, "Nekat banget kamu luk, belum ada ijazah Sarjana tapi udah berani ngelamar sana-sini, Aku ae yang udah ada ga ndang dapet panggilan kerja". Yaa, banyak seperti itu yang bilang pada saya. Namun, saya tak mendengarkan cibiran itu, justru malah menjadikan cambuk bagi saya, "Saya akan buktikan, bahwa saya bisa, meskipun saya belum punya ijazah, berbekal niat tulus dan doa. InsyaAllah saya akan dapat pekerjaan secepat mungkin. Ayo kawan  kita bersaing". Kata-kata itulah yang selalu saya tanamkan dalam diri saya. 
"Job Hunter"

Pada bulan Juli 2013 saya benar-benar resmi lulus. Dengan prosesi yudisium yang sederhana, yaitu prosesi "Siram Kembang" sudah menjadi adat tersendiri bagi Fakultas Teknik, UBHARA. Saat itu betapa bahagianya saya, transkrip nilai sudah ada di tangan, namun hati kecil saya masih sedih, karena saya tak kunjung mendapatkan pekerjaan. 
"Saat Yudisium, foto bersama sahabat dan Bapak, sekaligus dosen paling istimewa di hati kami"

  • Agustus 2013
Agustus 2013 saya mengalami hal paling bodoh yang pernah saya lakukan dalam hidup, yaitu saya putus asa. Yaa...itu adalah hal yang paling bodoh. Entah saat itu, saya sudah merasa capek untuk mencari pekerjaan, hingga Ayah saya membantu mencarikan kerja saya, dengan menitipkan saya pada teman anak teman kerjanya. Saya merasa malu sekali saat itu, saya merasa sudah dewasa, sudah seharusnya saya bisa berpijak pada kakiku sendiri, malah saya masih seperti anak kecil yang merepotkan orang tua. Namun, di tengah-tengah rsa putus asa tersebut, sayamendapatkan rezeki yang luar biasa dai Allah. Usaha, Doa dan ikhtiarku selama ini terkabulkan, saya mendapatkan panggilan kerja di sebuah sekolah Islam modern, SMA Insan Cendekia Al Muslim. lokasinya dekat sekali dengan rumah saya. Dan, tepat tanggal 26 Agustus 2013 saya resmi bekerja disana sebagi Staff Administrasi bagian Tata Usaha. Terbesit dalam ingatan, itu adalah cita-citaku pertama, kerja jadi TU sekolah.hehehe....Subhanallah, di tengah rasa keputus asaan, Allah memberikan nikmat padaku.
  • Oktober 2013
Subhanallah, masih beberapa bulan bekerja banyak sekali teman-teman kerja yang sayang padaku. Tepat di haru ulang tahunku, banyak yang mendoakan saya. Saya merasa terharu, padahal saya baru beberapa bulan menjadi anggota keluarga Al Muslim, namun mereka menganggapku sudah lama. Terima kasih semuanya...Gamsahamnida.
"Ucapan Selamat Ulang Tahun Saat Absen di Kantor"


  • November 2013
Berbicara bulan November, adalah bulan istimewa, karena saat tanggal 16 Nov 2013 saya melaksanakan prosesi wisuda yang diundur beberapa bulan pasca saya dinyatakan lulus. Subhanallah...antara seneng dan sedih. Seneng karena saya akhirnya bisa wisuda, sedih karena akan berpisah dengan teman-teman kuliah. Namun, di tengah kesedihan, kadang saya lupa karena rutinitas pekerjaan sehingga membuat saya lupa. Tapi, saya masih bisa berkumpul dengan teman-teman meskipun sudah lulus.
"Akhirnyaaa wisuda jugaa"

"With Family"


  • Desember 2013
Akhir tahun saya disibukkan oleh berbagai rutinitas pekerjaan saya. Sibuk mengolah pekerjaan, membimbing siswa saya, mengikuti kegiatan ini itu. Hingga keasyikan bekerja, kadang saya juga pernah jatuh sakit. Saya sangat nyaman dan menyukai bidang pekerjaan saya. Semoga saya bisa betah dan lama untuk bekerja disini. Amin..
"With My Lovely Student at X Grade"


Jumat, 04 Oktober 2013

This is Special Day at 23st


23 tahun yang lalu...
Deruan tangis bayi nan suci memecah keheningan malam, membawa kebahagiaan dan keharuan sebuah keluarga kecil.
Hari itu aku dilahirkan dari rahim seorang wanita tangguh yang hingga kini aku sebut IBU
Hari dimana aku mendengarkan suara adzan dan iqomah untuk pertama kali dari lisan seorang lelaki arif bijaksana yang aku sebut BAPAK
Hari dimana orang tertawa sekaligus haru

Hari ini aku mengenang kembali

Kerikil-kerikil tajam yang memperkaya arti hidupku
Manisnya madu cerita hidup yang membuat senyumku lepas...
Tapi...apa yang telah aku berikan
Untuk orang-orang yang tertawa sekaligus haru.
Menjelang kelahiranku.

Hari ini genap sudah umurku 23 tahun

Apa yang telah kuberikan untuk agamaku, untuk TuhanKu, untuk kedua orang tuaKu.
Untuk sahabatku yang rela berkorban untukku.

Hari-hari lewat, pelan tapi pasti.

Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru.
Karena aku akan membuka lembaran baru.
Untuk sisa jatah umurku yang baru...

Apa yang harus aku persiapkan untukku,

Masa depanku, untuk akhiratku, untuk
Kedua orang tuaku yang mencintaiku, dan untuk Tuhanku
Tapi...coba aku tengok kebelakang
Ternyata aku masih banyak berhutang

Ya, berhutang pada diriku...

Karena ibadahku masih pas-pas'an
Semoga di tangga baru umurku ini,
Aku dapat melunasi sedikit hutang kehidupanku yang buruk
Dan, memperbaruinya dengan hal yang indah pada akhirnya.
Amin...Amin.Ya Rabbal Alaminnn....


Yang berbahagia hatinya,



Sedikit curahan isi hatiku yang sedang bahagia dan penuh syukur atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah beri padaku, sehingga di 23 tahun umurku yang baru aku masih bisa merasakan indahnya dunia, mencium tangan kedua orang yang aku sayangi, dan selalu mendoakannya di setiap sujudku.


Terima kasih buat teman-teman atas segala doa yang telah diberikan, Semoga Allah yang akan membalas kebaikan kalian nantinya..
Pagi-pagi waktu absen kerja, eh nerima ucapan "Met Ultah". Berasa spesial banget....
(Lebay Mode ON)



Jumat, 02 Agustus 2013

Mengenang Fakta Unik Masa-Masa SMA

SMA adalah masa sekolah yang paling Indah. Mungkin, apabila disuruh balik ke masa SMA sehari aja, aku adalah orang yang paling exited kali.

corat-coret baju saat kelulusan

narsis bareng critanya

Keep smile


ama sahabatku


Banyak asam manis yang dirasakan saat masa SMA, masa dimana memiliki banyak teman, masa dimana berbagi suka duka bersama sahabat, masa saat kepergok guru BP saat jajan di kantin pas jam kosong. Pokokknya banyak deh yang dirasaan saat SMA. Nah, berikut ini aku mau nulis Fakta Unik Masa-Masa SMA, bwt yang kangen ama masa SMA, baca nih tulisan. Langsung ya..cekidot...


  1. Pelajaran yang paling disukai saat SMA adalah pelajaran kosong
  2. Saat pelajaran kosong banyak dihabiskan di kantin
  3. Anak SMA itu kreatif, banyak curahan isi hati hingga cuplikan rumus-rumus buat contekan saat Ujian terpampang nyata di meja, dinding kelas.
  4. Anak SMA juga seorang seniman handal, banyak bangku yang lobang, ataupun pinggiran meja yang udah cuil, gara-gara ulah usil tangan-tangan anak SMA.
  5. Anak SMA penglihatannya tajam, karena bisa membaca tulisan yang sangat kecil di contekan mereka.
  6. Anggota OSIS adalah hal paling keren, paling narsis.
  7. Hari Senin adalah hal yang paling menyedihkan dirasakan anak SMA, karena harus, wajib, kudu berpakaian seragam lengkap buat upacara di bawah sinar matahari.
  8. Tempat yang paling diincar adalah paling belakang, kalo ga yang deket ama kipas angin.
  9. Saat anak laki-laki berkerumun, itu patut dicurigai
  10. Anak SMA lebih suka ujian bersama, ketimbang ujian sendiri.
  11. Menyoraki guru atau teman saat di kelas adalah kegiatan melepas stres.
  12. Menggoda adik kelas yang cantik plus bahenol, mengolok-ngolok teman juga menyenagkan, begitu juga dengan batal ujian.
  13. Perlu hati-hati dengan teman yang pintar, tapi pelit. Siap-siap dikerjain habis-habisan!!
  14. Ciuman pertama, mayoritas dirasakan saat SMA.
  15. Bermain upil (kotoran hidung) adalah aktivitas keusilan yang paling menjijikkan
  16. Musyawarah satu kelas biasanya dilakukan secara serentak dan kompak saat memutuskan memanggil guru piket atau tidak saat ada jam pelajaran kosong.
  17. Ketua kelas paling dominan, karena sering disuruh-suruh. Sehingga ketua kelas = PU (Pembantu Umum)
  18. PR biasaya dikerjakan pagi-pagi sekali saat di kelas
  19. Guru killer paling sering dibicarain, terlebih sering juga dapat Sumpah Serapah.
  20. Ada aja 1001 alasan untuk tidak mengumpulkan PR, namun yang paling sering adalah alasan "lupa..bu"
  21. Anak SMA pandai berkode ria. Jari telunjuk jawaban "A", jari tengah jawaban "B", jari manis jawaban "C", begitu juga seterusnya.
  22. Senior biasanya lebih dihormati.
  23. Ketua Umum OSIS, cakep pula, biasanya jadi target cewek-cewek untuk dijadiin pacar atau sekedar gebetan.
  24. MOS adalah masa yang menyenangkan bagi kakak kelas.
  25. Sesuatu yang paling ditunggu adalah saat bel pulang sekolah
  26. Liburan panjang bikin rumus hilang sesaat, PR lenyap kagak dikerjain
  27. Siswa-siswi jurusan SMA biasanya lebih kompak dan gokil daripada jurusan lainnya.
  28. Kebanyakan anak kelas 3 bingung menentukan akan kemana setelah lulus, juga kebanyak pula anak kelas 3 mulai bertobat dari kenakalannya, karena mau UNAS
  29. Kelas 2 SMA, dibilang lebih santai daripada kelas 1 atau 3
  30. Cewek-cewek biasanya suka narsis di kelas, ada yang dandan, foto-foto di kelas.
  31. Kalo ke Perpus, buku yang paling laris dipinjem adalah Novel.
  32. Drama tugas kelompok pelajaran Bahasa Indonesia bisa dijadikan acara komedi dadakan.
  33. Acara penting buat anak kelas 3 saat mau UNAS, adalah sungkem, minta maaf sama guru-guru, biar UNASnya lancar.
  34. Doa jika ada jadwal ulangan "Ya Allah, semoga hari ini pulang cepat"
  35. Buat anak kelas 3 usai UNAS, yang dibahas rekreasi mulu.
  36. Corat-coret baju adalah hal menyenangkan saat dinyatakan lulus
Ada banyak lagi kegokilan dari masa SMA, mungkin ada yang mau nambahi boleh-boleh aja...Monggo...

Kamis, 25 Juli 2013

My Hijab Stories Part I

"Ketika Berhijab Adalah Sebuah Kewajiban"


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum...
Kali ini aku akan bercerita tentang secuil perjalanan hidupku. Namanya juga perjalanan hidup, semua pasti dilalui dengan proses berfikir dan berhikmah, termasuk dalam proses berhijabku kali ini. Aku mungkin masih belum mampu berhijab dengan sempurna, Namun selama nafas masih berhembus, jantung masih berdenyut, hati masih merasa, aku akan tetap terus memperbaiki dan menyempurnakan diri , sekalipun aku tahu kesempurnaan hanya dimiliki oleh Allah Azza Wa Jalla, yang Maha Sempurna.

InsyaAllah di Ramadhan 1434 H kali ini aku mendapatkan hidayah dari Allah. Mungkin bisa dikatakan sebelum menjelang Ramadhan datang-pun aku merasa Allah telah memperingatkanku. Sudah sejak lama sekali aku ingin menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslimah, namun banyak halangan yang menghalangi niatan ini. Ketika lulus SMA, aku sudah niatkan dari dalam diri untuk mulai berhijab, dan mulai memperbaiki diri ini. Namun, orang tuaku masih melarangku, dengan alasan "Nanti terlihat terlalu fanatik nduk...", itu yang ibu bilang padaku. Aku tahu mengapa ibu beranggapan seperti itu, karena lingkungan tempat ibu besar dulu di Desa Plaosan, Magetan yang kental dengan adat Jawanya, juga sebagian kental dengan adat Islam yang bisa dibilang hampir ekstrem. Banyak Muslimah disana berhijab dengan memakai kerudung yang amat besar, dobel-dobel, dan memakai cadar. Namun, keluarga besar ibuku menganut agama Islam yang biasa saja, dan adat jawanya sangat kental sekali. Sehingga terasa aneh, apabila menggunakan hijab, karena nanti pikiran mereka sudah kebawa ajaran Islam yang ekstrem tersebut. Padahal, menurutku tidak, sama saja, tergantung pribadi masing-masing. Diam-diam usai lulus kuliah aku mendaftar kuliah di salah satu Perguruan Tinggi Negeri Islam di Surabaya, dengan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi Dakwah. Alhasil, aku diterima, langsung hal ini aku utarakan pada orang tua, namun kedua orang tuaku menolaknya, dan mendaftarkanku di PTS. Akhirnya, aku tidak jadi berhijab.. :(

Namun, selama aku tidak berhijab aku tetap menjaga diriku, tidak memakai pakaian ketat, dan selalu memakai pakaian lengan panjang. Terkadang ya memakai kaos oblong dibarengi dengan memakai jacket atau cardigan, karena aku merasa aneh apabila lengan bajuku pendek. Yah style aku sih, celana jeans, 
T-shirt, Cardigan, sandal jepit, kalo ga sepatu flat dibarengi sama tas selempang. Dengan begitu aku merasa nyaman.
Niatku berhijab tak berhenti sampai situ saja, aku berniat usai lulus kuliah, saat mulai bekerja aku akan mulai menggunakan hijab. Kuliah pun akhirnya kelar, aku akan menjalani niatan awalku. Saat keluar rumah aku mulai menggunakan hijab, namun lagi-lagi ada halangan ibu memarahiku "Nduk..Ojo gawe krudung disek, mengko golek penggawean angel, mene wae lak wes entuk penggawean nggenah, baru kowe gawe'o kerudung".Itu yang dibilang ibuku. Saat itu aku agak marah dengan ibu, dulu aku dilarang, sekarang juga dilarang, tapi aku juga berpikir ibuku jika tidak meridhoi, Allah juga tidak meridhoi, sedangkan berhijab kan kewajiban muslimah kata Allah. Aku bingung sekali saat itu, di satu sisi aku ingin berontak dengan anjuran ibu, namun disisi lain aku juga ga ingin jadi anak durhaka. Kalau ayah sih, ga mempermasalahkan. Hari-demi hari aku jelaskan pada ibu pelan-pelan mengenai kewajiban hijab untuk seorang muslimah dalam syariat Islam, tanpa menggoyahkan adat Jawa yang ibu anut. Dan, aku juga menunjukkan ke Ibu, bahwa dengan berhijab, aku bisa mencari kerja yang memperbolehkan menggunakan hijab. Aku juga terus berdoa, berkeluh kesah dengan masalahku ini pada Allah. Akhirnya, Allah pun menjawab doaKu. Panggilan demi panggilan kerja yang memperbolehkan untuk berjilbab datang padaku, akhirnya ibu sedikit membuka diri, namu terkadang apabila beliau melihatku saat keluar rumah, atau main ke rumah teman menggunakan hijab, ibu masih merasa gimana gitu padaku, dan hingga saat ini aku rasakan. Namun, aku yakin suatu saat nanti ibu merestuiku menjalankan kewajibanku ini. Maaf ya buk, untuk kali ini aku tidak mendengarkan nasihatmu, semoga Allah sedikit membukakan pintu hati ibuk. Amin.


yang bingung hatinya,



Kamis, 27 Juni 2013

This Moment


Subhanallah....
Alhamdulillah...Alhamdulillah...Alhamdulillahirrabbil Alamin....
Hari ini tgl 27 Juni 2013 aku dan teman-teman Fakultas Teknik melaksanakan yudisium ke-44.
Ini merupakan hal yang indah selama perjuangan kami semua belajar di Universitas Bhayangkara Surabaya terutama teruntuk teman-teman Jurusan Informatika Angkatan 2007 dan 2008 yang selama ini kami semua berjuang dengan keras dengan segala tenaga, pikiran, dan mental. Juga dengan segala keluh kesah yang telah kami lalui. Dan, hari ini terbayarkan dengan sebuah acara kecil, namun sangat berarti bagi kami. Sungguh tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, hanya ucapan syukur kepada Allah SWT yang selalu..selalu..dan selalu mendengarkan setiap keluh kesah hambamu, permohonan di setiap sujudku, dan tangisan hati ini. 

Sungguh tiada hal yang dapat hamba ungkapkan selain mengungkapkan beribu ucapan hamdallah untukmu Ya Rabbi. Teruntuk Bapak, dan Ibuk yang selalu  mencurahkan doa untuk anakmu, semangat disaat aku putus asa meskipun engkau tidak memberiku ucapan secara langsung, namun dengan sikapmu yang menunjukkan rasa sayang dan perhatianmu selama ini padaku. Terima Kasih buukkk, paakk. Hanya dengan doa di setiap sujudku aku mampu membalas setiap apa yang engkau berikan padaku. Untuk sahabatku, Tiak, Ipeh, Busuku, dan Nyak yang selalu memberikan support padaku disaat aku terpuruk dan putus asa, memberikan aku semangat, serta doa. Sungguh kalian sangat berarti bagiku. Untuk teman-teman seperjuangan angkatan 2007 yang sudah dengan legowo menerima kenyataan, meskipun itu pahit bagi kalian semua, dengan menempuh kuliah selama 6th. Kalian sungguh kakak kelas yang hebat. Semoga kalian kelak dapat menjadi orang yang sukses dengan perjalanan cerita kelam kalian yang dapat kalian ceritakan kepada semua orang bahwa kalian adalah orang yang hebat. Amin. Dan, teman seperjuangan angkatan 2008, kalian sungguh teman-teman yang luar biasa, teman yang hebat. Banyak suka duka yang aku lalui bersama kalian. Semoga pertemanan ini dapat menjadi pertemanan yang abadi untuk kita lalui hingga esok kita masing-masing menjadi orang yang hebat, orang yang sukses. Sehingga silahturahmi kita semua saling terjaga.

Hal ini bukanlah akhir dari sebuah perjuangan kita, namun adalah menjadi titik awal kita untuk meraih cita-cita kita, meraih kesuksesan di masa depan kita masing-masing, dan semoga tali silahturahmi kita selalu terjaga sampai esok-esok hari. Semoga kita semua selalu dilindungi dan diridhoi jalan kita menuju kesuksesan oleh Allah SWT. Amin...

Foto bareng sama teman TI 1

Dengan Dosen terhebatku, yang juga ayahku di kampus

Sahabat terhebatku



yang berbahagia hatinya...



Rabu, 19 Juni 2013

Sebuah Kisah


Kali ini aku akan bercerita tentang cerita orang-orang yang memberikan aku sebuah pelajaran hidup yang sangat berarti.

Suatu ketika, disaat aku mengantarkan ibu cek kesehatannya di sebuah Rumah Sakit Pemerintah di suatu daerah. Menjadi rutinitasku tiap bulan mengantarkan ibu untuk cek kesehatan, karena aku merasa tak tega membiarkan ibuku berada di luar rumah sendirian tanpa yang menemani. Saat di Rumah Sakit itu seperti biasanya banyak sekali orang tua yang seumuran dengan ibu yang juga berobat. Mereka saling bercerita pengalaman masing-masing, bercanda, menceritakan keluh-kesahnya, baik masalah keluarga hingga masalah kesehatannya. Suatu hari ibu berbincang-bincang dengan seorang ibu-ibu, usianya ga jauh beda dengan ibu, namanya Bu Siti Islamiyati. Sungguh cantik namanya, secantik orangnya. Ibu Siti bercerita bahwa dia baru saja ditinggal oleh suaminya. Ya, dia baru saja kehilangan separuh jiwanya yang selama ini menemaninya. Suami Ibu Siti bernama Bpk Imam, sama seperti nama ayahku. (Alm) Bpk Imam meninggal dikarenakan komplikasi penyakit Diabetes Mlitus, dan Ginjal. Beliau sudah dirawat lama sekali di Rumah Sakit Pemerintah di Surabaya, lalu dirawat lagi selama 20 hari di Rumah Sakit Pemerintah di Sidoarjo. Selama beliau sakit, hanya istrinya seorang yang selalu merawatnya. Bahkan, tak lupa mengurus anak-anaknya di rumah. Jadi Ibu Siti bisa dibilang bolak-balik RS-Rumah. Beliau sangat berbakti pada suaminya. Menaati segala perintah suaminya, beliau juga sayang sekali dengan suaminya, menerima segala kondisi yang ada. Di tengah musibah sakit, terkadang pasangan suami istri itu sering juga bercanda. Mereka menganggap semuanya adalah ujian yang harus mereka selesaikan. Hingga pada akhir hayat (Alm) Bpk Imam, Ibu Siti tetap setia pada suaminya. Disaat beliau meninggal, Ibu Siti selalu ada di sampingnya. Bahkan, saat sudah meninggal pun, Ibu Siti senantiasa berdoa untuk suami tercinta, setiap hari bahkan. Terkadang, Ibu Siti datang langsung berziarah di makam suami tercintanya. Ibu Siti menganggap bahwa, meskipun raga suaminya terpisah, namun jiwa mereka tetap bersatu. Terkadang, manusiawi juga Ibu Siti saat di rumah sendiri mengingat setiap kenangan bersama suaminya, sehingga dia-pun menangis. Sungguh, romantis sekali. Seorang istri yang mengabdi pada suaminya hingga akhir hayatnya.Menerima suaminya dalam keadaan apapun.


Masih di tempat yang sama, saat ibu menjalani Test Darah di Laboratorium. Kali ini aku yang mendapatkan kisah dari seorang ibu, bernama Ibu Anggraini. Bu Anggraini adalah sosok ibu yang bisa dibilang ibu-ibu gaul. Beliau sangat ekspresif apabila bercerita, sehingga tidak membuat bosan orang yang ada di sekitarnya. Bu Anggraini orangnya juga sangat mengasikkkan bagiku. Beliau juga seorang janda, dengan 3 orang anak yang sholeh-sholehah. Bu Anggraini ditinggal pergi oleh suaminya saat mereka berdua menjalani ibadah haji pada tahun 2004. Suami Bu Anggraini yang bernama (Alm) Bpk Yos meninggal saat mereka menjalani ibadah lempar jumroh. Diceritakan saat itu, karena saking banyaknya jamaah haji, sehingga pada saat lempar jumroh sangat penuh sekali. Berisi ribuan, bahkan jutaan kaum muslim datang untuk memenuhi panggilan Allah menjalankan Ibadah Haji. Kala itu, Suami Bu Anggraini disaat pertemuan terakhir dengan istrinya berpesan "Ma, kita harus segera menyelesaikan ibadah lempar jumroh ini, meskipun saya mati disini, Saya rela ma", kata (Alm)Bpk Yos. "Iya pah, kita sudah niat, jika memang takdir Allah kita harus mati disini. Saya ikhlas pah", ujar Bu Anggraini. Disaat melakukan lempar jumroh, mereka saling melindungi satu sama lain. Disaat Bu Anggraini melakukan lempar jumroh, suaminya memeluknya dari belakang, begitupun sebaliknya. Saling melindungi satu sama lain. Giliran (Alm) Bpk Yos melakukan lempar jumroh, tiba-tiba serbuan umat dari berbagai negara tak henti-hentinya berdesak-desakan. Sehingga saling menghimpit satu sama lain, dan akhirnya banyak yang jatu, dan terinjak-injak. Saat itu pelukan Bu Anggraini dan suaminya terlepas. Bu Anggraini terlempar hingga 2 meter dari suaminya. Dia tertumpuk oleh banyak mayat-mayat yang sudah terinjak. Karena kuasa Allah, bagian kepala Bu Anggraini tidak ikut tertindih, jadi masih dapat bernapas, meskipun sesak sekali. Saat polisi militer datang mengambil banyak mayat tersebut, Bu Anggraini pun merasa kesusahan, karena beliau tertumpuk banyak mayat. Beliau tidak dapat berbuat banyak, selain pasrah, dan banyak berdoa. Saat polisi militer melintas dia atas kepalanya, Bu Anggraini mencubit kaki polisi itu. Dan, akhirnya polisi itu menyadari bahwa masih ada korban selamat. Dari ribuan korban yang meninggal, hanya ada dua korban selamat, dan juga berasal dari Indonesia. Saat di penampungan Bu Anggraini terus memikirkan nasib suaminya seperti apa, Beliau hanya bisa banyak berdoa dan berharap keajaiban datang. Bisa dikatakn, Bu Anggraini saat itu seperti orang yang agak gila, kerena banyak memikirkan nasib suaminya seperti apa. Hingga, Bpk Menteri Agama, Menteri Keuangan datang menjenguk Bu Anggraini. Bapak pejabat itu pun memberikan pelayanan istimewa pada rakyatnya. Setiap hari Bu Anggraini dihibur oleh petugas medis disana. Salah satu petugas medis disana yang kebetulan orang Indonesia, dia adalah mahasiswi Kairo, mukanya mirip sekali dengan anaknya yang nomor 2. Sehingga, lambat laun Bu Anggraini bisa sedikit menerima keadaan apapun suaminya apabila ditemukan nantinya. Hingga, pada suatu saat polisi militer menemukan jenazah suaminya. Dan, Bu Anggraini adalah satu-satunya perwakilan dari seluruh dunia yang dapat melihat jenazah korban "Lempar Jumroh", dikarenakan amat ketat pengawalan di sana mengenai sebuah Bencana. Saat, Bu Anggraini melihat jenazah suaminya, beliau menangis luar biasa. Hingga, petugas medis menenangkannya. Beliau mengucapkan kata-kata maaf pada suaminya apabila selama dia mengabdi pada suaminya masih belum sempurna. Bu Anggraini pun sudah ikhlas, karena sudah perjanjian awal saat mereka berdua melakukan ibadah Lempar Jumroh, bahkan saat masih di Tanah Air, mereka berdua berniat apapun keadaannya, harus ikhlas, karena mereka akan mendatangi rumah Allah. Akhirnya, anak-anak Bu Anggraini di Tanah Air-pun mengikhlaskan kepergian Papa tercintanya untuk selamanya, dan keluarga bersedia untuk dilakukan pemakaman di Tanah Suci. Sepulang dari Tanah Suci, Kerabat, tetangga tak kunjung hentinya datang bertakziah, hingga selama hampir 4 bulan. Urusan catering untuk Tahlilan pun banyak yang menanggung dari awal. Hingga suatu hari Bu Anggraini bertanya, ini makanan berapa semua harga yang harus saya bayar?Namun, banyak yang menjawab tidak usah dipikirkan masalah biaya. Karena selama ini Bu Anggraini baik pada semua warga. Berita korban "Lempar Jumroh"pun tersebar hingga seantero dunia, sehingga banyak wartawan baik dari dalam maupun luar negeri yang ingin mewawancarai Bu Anggraini. Namun, pihak pemerintah Indonesia melarang jika wartawan luar negeri untuk meliput, yang diperbolehkan hanya wartawan Dalam Negeri saja. Alhasil, Bu Anggraini menjadi selebritis dadakan. Sebagai ucapan bela sungkawa, Bpk Menteri Agama, memberikan sumbangsih pada keluarga yaitu menaikkan haji ketiga anak Bu Anggraini pada tahun berikutnya. Sungguh, dibalik musibah yang diberikan, Allah masih memberikan seulas senyum pada kita.

Dari, cerita dapat diambil sebuah pelajaran berharga, arti dari sebuah kesetian antara suami istri hingga akhir hayat. Pengabdian seorang istri pada suaminya. Dan dibalik sebuah musibah, pasti akan ada keindahan, apabila kita menerima semua cobaan dengan rasa ikhlas. Semoga, kita semua sebagai umat Islam, umat Nabi Muhammad senantiasa diberikan hati setegar Ibu Siti Islamiyati dan Ibu Anggraini. Dan, selalu senantiasa dalam perlindungan Allah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin...



Kamis, 13 Juni 2013

Kangen kaliaaannn....


Kangeeennn....
Lama banget ya ga kumpul bareng, lengkap, komplit kaya gini lagi. Di tengah kesibukan masing-masing saat ini. Kangen ketawa bareng, kangen curhat-curhatan, kangen saling olok-olokan. Pokoknya kangeenn deh smuanya. Seingatku pas kita kumpul komplit kaya gini waktu acara Girls Party d'rumah Tyak. Bikin Rujak Manis. Inget ga...

Bahan-bahan Rujak Manisnya joinan, alhasil jadi banyak

Ya..Ini pas kita ngrencanain bikin Rujak Manis di rumah Tyak. Padahal sebelumnya ga d'rencanain jauh-jauh hari. Langsung asal cap cus gitu deh. Masih inget Q, bahan-bahannya smuanya joinan, mule dari buah-buahannya sampe kerupuk , tahu, dll, alhasil jadinya sebaskom penuh nie rujak. Sampe kepedesan, keringet pada kluar smua.hehe...Ihhh...pengen kaya gini lagi. Ngangenin, meskipun acara simple, tapi berarti banget.
Narsis dulu sambil ngerujak
Dasar sifat cewek, meskipun lagi ngapaen tetep aja kalo liat kamera langsung Narsis.hehehe....Ya ampuun..kapan ya bisa kumpul kaya gini lagi. Kangeeenn Nyak, Ipeh, Tyak, Busuk. Kangen kita ketawa bareng, saling ngolok-ngolokin, meskipun itu ga bneran. Kangen becanda ama kalian, kangen narsis bareng, kangen ngeMall bareng, meskipun ga beli apa-apa. Kangen wisata kuliner, meskipun itu sebulan sekali, abisnya kantong mahasiswa sih.Tapi, sekarang sibuk dengan urusan masing-masing. :( 
Ini pas foto studio, tapi ga ama Tyak

Ini waktu ngeMall saat suntuk, tapi ga ama Nyak

Narsis depan Fakultas, saat usai sidang TA


Klop deh kalo ngumpul

Nyak ama Ipeh

Terkadang juga kita kumpul, meskipun ga komplit. Yaa..nyamain waktu masing-masing juga susah. Tapi, ga apa yang penting kumpul. Tapi, juga ga seru kalo ga komplit. Kapan yaa kita bisa kumpul bareng. Miss u Nyaakk, yang selalu kasih petuah-petuah positif buat kita, Miss u Ipeh, yang selalu kangen ama kata-kata pedesmu, mskipun itu hanya bercandaan aja.hehehe..Miss u Tyak and Busuk, yang selalu klop deh kalo bercanda ampe perut sakit banget soalnya ketawa mulu, kangen olok-olokan kalian. Kangen deh ama semuanyaa...

Senin, 10 Juni 2013

The Power of Change


Kali ini aku akan bercerita tentang pengalamanaku sebagai "Job Hunter" selama 2 bulan lebih 1 minggu terakhir ini. Yeah...kenapa aku ingin bercerita mengenai ini, karena banyak pelajaran berharga yang dapat aku petik dari pengalamanku  sebagai "Job Hunter" atau pencari kerja.

Awal pertama, aku merasa sangat Percaya Diri saat aku masih menduduki bangku perkuliahan, merasa bahwa pekerjaan itu mudah dicari dan didapatkan, karena yang banyak dicari adalah lulusan Sarjana. hehehe, mungkin agak sedikit sombong. Yah, itu adalah pemikiranku hanya jangka pendek saja, entah dulu aku belum banyak tau tentang dunia luar seperti apa, yang aku tahu adalah hanya Dunia Perkuliahan saja.

Dan, usai perkuliahan, dan dinyatakan lulus walaupun masih menunggu ijazah keluar, yang aku rasakan saat ini sungguh berbalik rasanya. Pekerjaan memang banyak sekali, mudah untuk dicari, namun untuk didapatkan, butuh perjuangan keras, usaha, doa, dan kesabaran tingkat dewa.hahaha...agak Lebay dikit bolehlah. Banyak sekali lowongan pekerjaan yang dipampang baik di Internet, Media Sosial, ataupun langsung di depan pagar perusahaan. Untuk mendapatkan satu saja pekerjaan dari sekian banyak, amat sangat butuh banyak perjuangan. Sudah hampir lebih dari 100 perusahaan yang sudah aku lamar. Ada banyak juga panggilan interview, maupun test tulis, test komputer, dan psikotest. Ada juga yang mengajak bergabung dengan perusahaan itu, namun ada juga kendala yang harus dipikirkan matang-matang, mulai dari persyaratan Ijazah ditahan perusahaan, jabatan yang tidak aku sukai, perusahaan yang tidak nyaman bagiku.
Entah mengapa, selain kenyamanan yang aku butuhkan dalam pekerjaan, saran dari kedua orang tua juga sangat aku butuhkan. Terkadang aku berpikir, mengapa begitu sulit mendapatkan pekerjaan, padahal apabila melihat banyak temanku cepat sekali mendapatkan pekerjaan, ataukah aku yang terlalu pemilih dalam mendapatkan peluang bekerja. Banyak sekali tanda tanya dalam benakku ini. Se

Sebenarnya aku simple saja dalam mendapatkan pekerjaan, ga perlu di perusahaan bonafide, cukup nyaman, sreg di hatiku dan dapat ridho dari kedua orang tua. Itu saja. Namun, terkadang ada yang mencibir, "Haruskan saran dari orang tua, emang orang tuamu yang mau bekerja, emang kamu ga bisa berdiri sendiri, kamu kan sudah dewasa dalam memilih apa yang baik untukmu?".Aku akui pertanyaan itu tidak salah ditujukan kepadaku, namun entah mengapa bagiku disetiap jalan, usahaku harus ada restu orang tua, apabila orang tua merestui. InsyaAllah jalannya akan lancar. Itu sudah menjadi statementku dari awal. Terserah orang mau bilang apa, aku menerimanya sebagai masukan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Banyak juga pengalaman yang aku dapatkan saat mencari dan mendapatkan pekerjaan. Pengalaman berbicara, beretika dengan orang lain, bernegosiasi, menemui banyak orang baru, mendapatkan pelajaran berinteraksi dengan orang yang mempunyai jabatan tinggi di sebuah perusahaan. Pokoknya banyak banget deh...Hingga saat ini aku masih berusaha keras, berdoa, dan tetap bersabar dalam mendapatkan pekerjaan. Ini adalah langkah awalku dalam mendapatkan kunci kesuksesan. Aku ingin melihat kedua orang tuaku bangga padaku. Awalnya aku menjadi sorang "Job Hunter" dan pada akhirnya InsyaAllah aku pasti bisa menjadi "Bussines Woman". Aku berjanji esok pasti aku akan menjadi sosok yang wanita sukses dalam berkarir, berkeluarga, mendidik anak-anakku kelak, menyayangi suamiku. InsyaAllah pasti akan aku wujudkan. Aku harus merubah nasibku kini menjadi sosok yang lebih baik untuk masa depanku, keluarga, dan untuk agamaku. Amin, Ya Rabbal Alamin....

yang selalu optimis


Minggu, 19 Mei 2013

Teruntuk kamu yang istimewa.

Hmmm..bingung mau nulis apa.
Mungkin ini hanya skilas kegalauanku akhir-akhir ini. Galau percintaan meeennn...hehe
Yah...betul galau.
Jarang banget aku sesensitif ini, biasanya hidupku hepi-hepi aja.
Hubunganku dengan mantan, ups...pacar bukan, gebetan juga bukan. Boleh dibilang aku ama dia yg dulu "Mantanku" berhubungan HTS doang alias "Hubungan Tanpa Status".
Ya, HTS aja. Jadi kadang ada suka-sukaan, cemburu juga sering. rasa hambar juga ada, bosen. Pokonya banyak deh. Aku juga kenal baik ama keluarganya, baik banget malah.
Tapi, akhir-akhir ini aku pengen mengakhiri hubungan aneh ini.Ingin membuka diri dengan orang lain, tapi ga berarti melupakan dia selamanya. Dia selalu ada di hatiku, karena dia pernah mengoreskan kenangan manis juga.
Yah, aku sadar. Dia laki-laki yang mempunyai komitmen dalam dirinya. Pasti dia juga butuh kepastian yang jelas. Namun, sayangnya terkadang aku juga takut untuk di ajak untuk berkomitmen, aku takut luka dulu terulang lagi. Cengeng benget ya aku...:(.
Aku juga ga mengikat dia mau berhubungan dengan siapa aja, mau PDKT ato jalin hubungan lagi ama seorang cewek juga silahkan. Aku ga akan mengikat. Aku juga minta maaf udah buat waktumu terbuang sia-sia buat hubungan kita. Aku minta maaf udah bkin perasaanmu campur aduk waktu bersamaku. Aku minta maaf buat semuanya. Aku ga akan melupakanmu begitu saja, karena dulu kita pernah menjalin hubungan manis, meski terkadang ada juga berbagai rasa lain. Thx udah ngisi hari-hariku denganmu. Thx udah ngasih support selalu d'saat aku hampir putus asa. Thx udah ada di saat aku bosan. Thx udah ngenalin aku dengan keluargamu yang hangat. Thx buat semuanya. Aku ga akan melupakanmu ^Bunny^. Semoga kamu dapat yg lebih baek dari aku. :)

Teruntuk kamu yang istimewa
* Onyet 'n Piggy *


yang selalu mengingatmu,



Rabu, 08 Mei 2013

My Prayer


Ya Allah...
Jika suatu saat Aku kehilangan harapan dan tujuanku.
Berikanlah padaKu keyakinan, bahwa takdirMu lebih baik dari semua yang Aku inginkan dan Aku impikan.
Amin ya rabbal alamin...


Senin, 08 April 2013

Story of Finished Bachelor Part III

so far, i'm still jobless...huft!


Ada kabar buruk setelah aku dinyatakan LULUS, yaitu ternyata ..."wisuda dimundurkan"
aaaarrrggghhhh....Tiiiiidaaakkk!!!.
Ya Allahu Rabbi,cobaan lagi ini. Tugas Akhir, susahnya Naudzubillah, Wisuda Mundur 1 periode, gara-gara Fakultas sebelah bermasalah dengan akreditasi. Yah...hanya mengelus dada sambil bilang "Sabaarrr...", dan sedikit menghibur diri "Yaa...mungkin ada hikmah dibalik ini semua". Mungkin..ini emang rencana Allah, ya..mungkin entar dapat kerjaan mapan. Amin.
Yah..itulah yg biasa Q bilang dalam driku, namanya juga menghibur diri. 

Denger kabar wisuda mundur, langsung pindah ke Plan B, that is jadi "JOB HUNTER". Yahhh....Wanita Karir sebelum wisuda. Tiap minggu k'kampus berburu Transkrip nilai yg tak kunjung diselesaikan ama petugas TU Fakultas, Browsing Lowongan Kerja, Naruh Lamaran sini-sono berbekal masih Ijazah SMA ama Transkrip nilai duluu. Sambil menunggu panggilan interview, kegiatan hanya d'rumah aja, bantu ibuk di rumah, ngerawat ayah sakit, nganter ibuk kesana-kemari, kan biasanya kalo dulu jarang banget, soalnya Q jarang d'rumah, ngendon d'kampus soalnya...Jadi sekarang Super Duper Bosen d'rumah, Ga ada kegiatan. Ada sih kegiatan, bikin Bross.Yah..lumayanlah, cari uang jajan dari hasil jualan Bross, meskipun hasilnya ga banyak, kan lumayan. Patut d'syukuri....Soalnya ama ibuk uda d'potong separuh nih uang saku, jadi pindah mindset masalah finansial deh...
Duh...semoga cepet dapat kerjaan deh akunya, dapet kerja halal, mapan, yg buat driku nyaman ama pekerjaan itu, d'ridhoi ama Allah, ibuk, ayah. pokonya perkerjaan yg terbaek buat aku deh ya Allah. Aminn...
Kabulkan doaku ya...Aku ga pengen ngrepoti ibuk ama ayah soalnya, pengen bahagiain selalu mereka, juga pengen banget bantu sekolah adekku. Aminnn.....


yang selalu berharap






Sabtu, 09 Maret 2013

Story of Finished Bachelor Part II

Announcement of Final Results


Sehari setelah sidang, tanggal 9 Februari 2013 pengumuman hasil sidang keluar. Alhamdulillah, aku Lulus. yaa...LULUS. Ga pake revisi Program, hanya revisi Buku aja. Beribu-ribu ucapan syukur saat itu aku panjatkan pada Allah SWT, yang telah mendengarkan dan mengabulkan setiap untaian doa di setiap sujudku. Kabar ini langsung aku utarakan ke ibu dan adekku. Sengaja, aku tidak memberitahu ayahKu bahwa aku lulus sidang, karena aku ingin memberikan kejutan pada ayahku esok pada saatnya nanti.

Allhamdulillah....


Story of Finished Bachelor Part I

The Final Project


Bercerita tentang Tugas Akhir Sarjanaku di Jurusan Teknik Informatika salah satu PTS d'Surabaya, yaa...boleh dibilang diibaratkan minum jamu. ya benar "Jamu", minuman atau obat herbal tradisional orang Indonesia khususnya Jawa.
Meskipun pahit banget rasanya, tapi mau ga mau ya harus diminum, biar cepet sembuh. Sama halnya, saat pengerjaan Tugas Akhirku.


Awalnya, berasa mau ga mau, sanggup ga sanggup ngerjaen tuh TA. Ya ampunnn...klo boleh milih "YA" ato "GA", Aku bakalan milih "GA' deh buat TA, tapi kembali lagi ke orang tua, pastinya ga tega ngliat orang yang kita sayangi yang udah berjuang ngasih support plus finansial buat kuliah langsung nyesek liat kita putus kuliah, padahal tinggal sedikit nie langkah kaki menuju podium, dengan pake Baju Toga. 
Yaa..dengan ucapan Bissmillah, akhirnya harus dikelarin nih Tugas Akhir. 
Tugas Akhir d'jurusan Informatika boleh dibilang istimewa. kudu, harus, wajib bikin PROGRAM alias SOFTWARE sesuai ama judulnya, plus Buku TA juga wajib. Yaa...kembali lagi, nih adalah Tanggung Jawab masing-masing, jadi kudu d'nikmati.
Tiap malam rela bergadang, tidur cuma 2 jam. Ngendon d'kampus, cari temen yang bisa bantuin nyelesein nih program. ampe kasian liat Monitor FlatQ alias leptopQ. Yaa...ampun, mungkin kalo misal tuh Leppi bisa ngomong, pasti bakalan ngomong "Woy....gue capek tau, tiap hari d'forsir mulu!!".
"Sabar ya Leppi...Bertahan, kamu pasti bisa bertahan demi aku yaa", yaa...itu yg tiap kali aku utarain kalo Leppi mule ngadat. Pernah tuh pas tanggal 27 Nov 2012 (detail banget), pas waktu itu aku dapet bala bantuan dari kakak kelas yang rela bantuin aku buat ngerjaen Tugas AkhirQ, meski hanya 1 metode, eh...si Leppi gondok minta ampun deh. Ya...endingnya minta d'elus, buat istirahat 2 hari. Tapi, akhirnya Si Leppi sudah pulih dari sakitnya berkat temen seangkatan yang dengan ikhlas bantuin buat benerin My Leppi.

Si Leppi yang senantiasa menemaniku

Ga hanya bergelut dengan Leppi aja, tumpukan buku, jurnal, dkk juga setia menemani malamku. hampir tiap hari makananku ya buku. Kudu belajar sendiri, d'ngertiin sendiri. Lha mau ga belajar sendiri gimana, Bapak Dosen Pembimbingku tercinta namanya Pak Wiwit, orangnya Moody, ga bisa d'tebak Moodnya. Juga susah pula d'temui. Alhasil, bimbingan pun dilaksanakan lewat Email. Tapi.....ya gitu, ga nemuin hasil, alias ga d'bales. Jadi, pas liat penampakan Pak Wiwit langsung deh dikejar. Kadang kala, aku takut kalo nemuin Pak Wiwit, pas pri=ojectku udah bener, eh kata Pak Wiwit salah, gimana ga amsyong tuh. Bikinnya aja semalam suntuk, eh lha ko salah
Tumpukan Buku+Jurnal yang kudu d'baca, d'mengerti dan d'terapkan.

Udah hampir 6 bulan, terhitung semenjak Bulan Agustus 2012 ampe Januari 2013 aku nyelesein project TA-Q. Tapi, yang bulan Agustus ampe Oktober kebanyakan ga seriusnya sih alias masih d'imbangi ngGAME belajarnya.hehehe...Jadi Fix ngerjaen plus srius ngerjainnya hanya 3 bulan aja. Bulan Februari 2013, tepatnya tanggal 8 Februari 2013, hari Kamis, Pukul 10.00 sidang Tugas Akhirku d'gelar. Rasanya campur aduk, tapi entah knapa pas masuk Ruang Sidang rasanya biasa aja. Asli. Suer deh....Mungkin karena restu orang tua ama Ridho Allah, jadi aku d'mudahkan segalanya. Suasana waktu sidang TA ga semencekam dugaanku, padahal sehari sebelum sidang aku bahkan ga belajar sama sekali, sibuk nyelesein buku TA-Q, karna salah, dan perlu di benerin buat di pake sidang esok harinya. 50 menit menjalani sidang Tugas AkhirQ, lebih lama 10 menit dari jadwal. Semua pertanyaan dari 3 dosen penguji berhasil aku libas habis. Allhamdulillah. 

Abis sidang, langsung deh bisa haha...hihi...Berasa beban berat sedikit hilang. Tak lupa berfoto ria bersama kawan-kawan, mengabadikan wajah-wajah sumringah tanpa dosa.hihihi.....







Template by:

Free Blog Templates