Kali ini aku akan bercerita tentang pengalamanaku sebagai "Job Hunter" selama 2 bulan lebih 1 minggu terakhir ini. Yeah...kenapa aku ingin bercerita mengenai ini, karena banyak pelajaran berharga yang dapat aku petik dari pengalamanku sebagai "Job Hunter" atau pencari kerja.
Awal pertama, aku merasa sangat Percaya Diri saat aku masih menduduki bangku perkuliahan, merasa bahwa pekerjaan itu mudah dicari dan didapatkan, karena yang banyak dicari adalah lulusan Sarjana. hehehe, mungkin agak sedikit sombong. Yah, itu adalah pemikiranku hanya jangka pendek saja, entah dulu aku belum banyak tau tentang dunia luar seperti apa, yang aku tahu adalah hanya Dunia Perkuliahan saja.
Dan, usai perkuliahan, dan dinyatakan lulus walaupun masih menunggu ijazah keluar, yang aku rasakan saat ini sungguh berbalik rasanya. Pekerjaan memang banyak sekali, mudah untuk dicari, namun untuk didapatkan, butuh perjuangan keras, usaha, doa, dan kesabaran tingkat dewa.hahaha...agak Lebay dikit bolehlah. Banyak sekali lowongan pekerjaan yang dipampang baik di Internet, Media Sosial, ataupun langsung di depan pagar perusahaan. Untuk mendapatkan satu saja pekerjaan dari sekian banyak, amat sangat butuh banyak perjuangan. Sudah hampir lebih dari 100 perusahaan yang sudah aku lamar. Ada banyak juga panggilan interview, maupun test tulis, test komputer, dan psikotest. Ada juga yang mengajak bergabung dengan perusahaan itu, namun ada juga kendala yang harus dipikirkan matang-matang, mulai dari persyaratan Ijazah ditahan perusahaan, jabatan yang tidak aku sukai, perusahaan yang tidak nyaman bagiku.
Entah mengapa, selain kenyamanan yang aku butuhkan dalam pekerjaan, saran dari kedua orang tua juga sangat aku butuhkan. Terkadang aku berpikir, mengapa begitu sulit mendapatkan pekerjaan, padahal apabila melihat banyak temanku cepat sekali mendapatkan pekerjaan, ataukah aku yang terlalu pemilih dalam mendapatkan peluang bekerja. Banyak sekali tanda tanya dalam benakku ini. Se
Sebenarnya aku simple saja dalam mendapatkan pekerjaan, ga perlu di perusahaan bonafide, cukup nyaman, sreg di hatiku dan dapat ridho dari kedua orang tua. Itu saja. Namun, terkadang ada yang mencibir, "Haruskan saran dari orang tua, emang orang tuamu yang mau bekerja, emang kamu ga bisa berdiri sendiri, kamu kan sudah dewasa dalam memilih apa yang baik untukmu?".Aku akui pertanyaan itu tidak salah ditujukan kepadaku, namun entah mengapa bagiku disetiap jalan, usahaku harus ada restu orang tua, apabila orang tua merestui. InsyaAllah jalannya akan lancar. Itu sudah menjadi statementku dari awal. Terserah orang mau bilang apa, aku menerimanya sebagai masukan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Banyak juga pengalaman yang aku dapatkan saat mencari dan mendapatkan pekerjaan. Pengalaman berbicara, beretika dengan orang lain, bernegosiasi, menemui banyak orang baru, mendapatkan pelajaran berinteraksi dengan orang yang mempunyai jabatan tinggi di sebuah perusahaan. Pokoknya banyak banget deh...Hingga saat ini aku masih berusaha keras, berdoa, dan tetap bersabar dalam mendapatkan pekerjaan. Ini adalah langkah awalku dalam mendapatkan kunci kesuksesan. Aku ingin melihat kedua orang tuaku bangga padaku. Awalnya aku menjadi sorang "Job Hunter" dan pada akhirnya InsyaAllah aku pasti bisa menjadi "Bussines Woman". Aku berjanji esok pasti aku akan menjadi sosok yang wanita sukses dalam berkarir, berkeluarga, mendidik anak-anakku kelak, menyayangi suamiku. InsyaAllah pasti akan aku wujudkan. Aku harus merubah nasibku kini menjadi sosok yang lebih baik untuk masa depanku, keluarga, dan untuk agamaku. Amin, Ya Rabbal Alamin....
yang selalu optimis










0 komentar:
Posting Komentar